PERANCANGAN AGGREGATE PLANNING MENGGUNAKAN METODE MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING UNTUK OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI (STUDI KASUS: UMKM GENTING BUMI JAYA)
UMKM Genting Bumi Jaya menghadapi permasalahan dalam
perencanaan produksi akibat ketidakpastian permintaan serta
keterbatasan kapasitas produksi pada setiap tahapan proses. Penelitian
ini bertujuan untuk merancang aggregate planning yang optimal
menggunakan pendekatan analisis permintaan tak tentu dan metode
Mixed Integer Linear Programming (MILP) dengan empat variabel
keputusan utama, yaitu penjadwalan pembakaran tobong, penjadwalan
penggunaan molen, penjadwalan pembelian bahan baku tanah liat, serta
penentuan jumlah tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis permintaan,
diperoleh ukuran produksi optimal sebesar 700 unit genting per hari
yang kemudian digunakan sebagai parameter dalam model MILP
dengan total biaya minimum sebesar Rp170.160.794,8 per tahun
produksi. Hasil optimasi menunjukkan bahwa dalam satu tahun
dilakukan penjadwalan pembakaran tobong sebanyak 18 kali dengan
kapasitas maksimal 14.000 unit per pembakaran, penyewaan dan
penggunaan molen dilakukan sebanyak 58 kali dengan kapasitas
dominan 7.000 unit, serta pembelian bahan baku tanah liat dilakukan
sebanyak 24 kali dengan jumlah 11.000 unit dan lead time 3 hari,
sementara jumlah tenaga kerja berfluktuasi mengikuti aktivitas
produksi khususnya pada proses pembakaran. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model yang diusulkan mampu meminimalkan
biaya produksi melalui pengalokasian sumber daya yang lebih efisien
serta menghasilkan rencana produksi yang lebih terstruktur.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606260064
Keyword
Aggregate planning Mixed Integer Linear Programming Permintaan Tak Tentu UMKM Genting Perencanaan Produksi