ANALISIS KESESUAIAN KOEFISIEN DASAR BANGUNAN (KDB), KOEFISIEN LANTAI BANGUNAN (KLB) DAN KOEFISIEN DASAR HIJAU (KDH) TERHADAP PERATURAN ZONASI DENGAN PENDEKATAN KADASTER 3D (STUDI KASUS : DAGO, BANDUNG)
Pengendalian pemanfaatan ruang perkotaan memerlukan evaluasi bangunan terhadap ketentuan intensitas ruang dalam peraturan zonasi melalui parameter Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dan Koefisen Dasar Hijau (KDH). Kawasan Dago dan sekitarnya, di Kota Bandung merupakan wilayah dengan pembangunan pesat dan penggunaan lahan campuran, sehingga berpotensi terjadi ketidaksesuaian terhadap peraturan Wali Kota Bandung Nomor 29 Tahun 2024-2044. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian bangunan terhadap parameter KDB, KLB, dan KDH serta mengkaji pendekatan kadaster 3D. Metode penelitian ini meliputi pengolahan data spasial, dan integrasi data atribut. Dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian bangunan tergolong cukup baik namun tidak merata, dengan KLB sebesar 95% (414 bangunan) dan ketidaksesuaian 5% (21 bangunan), KDH sebesar 86% (372 bangunan) dan ketidaksesuaian 14% (63 bangunan), serta KDB sebesar 73% (317 bangunan) dan ketidaksesuaian tertinggi sebesar 27% (118 bangunan). Ketidaksesuaian dominan pada zona perdagangan dan jasa (K-1, dan K-2), terutama pada lahan berstatus hak milik, sedangkan zona perumahan (R) relatif sesuai. Pendekatan 2D terbatas pada aspek horizontal. Implemntasi 3D melalui WebGIS memungkinkan visualisasi interaktif yang lebih komperhensif, akurat dan efektif dalam mendukung identfikasi parameter dan mendukung evaluasi kesesuaian bangunan berdasarkan peraturan zonasi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606260060
Keyword
Kadaster 3D Koefisien Dasar Bangunan (KDB) Koefisien Lantai Bangunan (KLB) Koefisien Dasar Hijau (KDH) Peraturan Zonasi Intensitas Pemanfaatan Ruang Tata Ruang Integrasi SIG dan Kadaster Kadaster 2D