Perencanaan Koridor Kota Berbasis Green Spine Untuk Mendukung Integrated Transportation di Kota Bandar Lampung
Efektivitas transportasi publik di Bandar Lampung terhambat oleh buruknya konektivitas First-Mile/Last-Mile (FMLM) dan fasilitas pedestrian yang tidak ramah, memicu tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Namun, penelitian sebelumnya mengenai integrasi transportasi umumnya belum secara komprehensif mengintegrasikan pendekatan walkability dalam konektivitas FMLM di kawasan perkotaan. Penelitian ini merancang Master Plan berbasis Green Spine sebagai strategi infrastruktur untuk menciptakan jalur teduh yang nyaman menuju simpul transportasi. Berbeda dengan pendekatan estetika biasa, konsep ini digunakan sebagai strategi infrastruktur untuk menciptakan jalur teduh yang mendorong orang berjalan kaki ke halte agar mendukung sistem Integrated Transportation. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed-method) dengan kerangka Integrated Landscape Planning (LaGro), di mana analisis difokuskan pada kinerja sirkulasi Non Motorized Transport (NMT). Hasil penelitian berupa desain fisik koridor yang menempatkan vegetasi sebagai fasilitas penunjang walkability. Penerapan konsep ini menunjukkan bahwa penggunaan Green Spine mampu mengatasi hambatan fisik FMLM seperti okupasi ruang berjalan, sehingga mengoptimalkan fungsi koridor sebagai simpul transportasi terintegrasi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606260040
Keyword
Bandar Lampung Green Spine Konektivitas First-Mile/Last-Mile Transportasi Terintegrasi Walkability