Analisis Hubungan Kompleksitas Medan Magnet Matahari Terhadap Frekuensi Kemunculan Flare H-Alpha pada siklus 23
Aktivitas Matahari merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh medan magnet pada daerah aktif, yang diidentifikasi dengan kemunculan flare. Flare H-alpha merupakan letupan energi di atmosfer Matahari yang berkaitan dengan konfigurasi medan magnet pada daerah aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompleksitas medan magnet berdasarkan klasifikasi Hale dan frekuensi kemunculan flare H-alpha pada siklus Matahari 23. Data flare H-alpha dan klasifikasi medan magnet diperoleh dari Solar Monitor dan Solar Geophysical Data (SGD) NOAA. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dilakukan visualisasi time series untuk mengidentifikasi pola kemunculan flare berdasarkan waktu, serta analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara tingkat kompleksitas medan magnet dan frekuensi flare H-alpha. Data dikelompokkan berdasarkan waktu kejadian, kelas flare, dan tingkat konfigurasi medan magnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flare H-alpha paling banyak muncul pada klasifikasi Hale β sebanyak 41 kejadian dan klasifikasi kompleks βγδ sebanyak 39 kejadian. Distribusi intensitas medan magnet menunjukkan bahwa frekuensi flare paling banyak berada pada rentang medan magnet menengah dengan frekuensi tertinggi sekitar 28 kejadian pada interval [18 − 42] µT. Hasil korelasi Spearman menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar rs = 0,209 dengan nilai signifikansi p = 0,03175, yang menunjukkan hubungan positif dengan tingkat korelasi lemah antara kompleksitas medan magnet dan aktivitas flare H-alpha. Nilai koefisien determinasi sebesar R2 = 0,063 menunjukkan bahwa kompleksitas klasifikasi Hale hanya menjelaskan sekitar 6,3% variasi aktivitas flare H-alpha, sedangkan faktor lain seperti magnetic shear, gradien medan magnet, dan proses magnetic reconnection turut memengaruhi aktivitas flare. Analisis time series menunjukkan bahwa aktivitas flare H-alpha mencapai maksimum pada sekitar tahun 2000–2003 yang merupakan fase maksimum siklus Matahari 23, kemudian mengalami penurunan menuju fase minimum siklus Matahari.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250180
Keyword
Matahari Flare H-alpha Medan Magnet Klasifikasi Hale Siklus Matahari Daerah Aktif