Kajian Persepsi Visual dan Simbolik terhadap Elemen Citra Kota di Kota Bandar Lampung
Kota Bandar Lampung mengalami perkembangan fisik yang pesat sebagai
pusat pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas perkotaan. Namun,
perkembangan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan identitas
visual dan simbolik kota sehingga mengurangi keterbacaan elemen citra kota
dan kekhasan kawasan. Berdasarkan teori Kevin Lynch, elemen jalur, batas,
kawasan, simpul, dan penanda berperan dalam membentuk citra kota.
Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi visual dan simbolik masyarakat
terhadap elemen citra Kota Bandar Lampung, mengidentifikasi elemen
dominan, faktor-faktor yang memengaruhi persepsi, serta makna visual dan
simboliknya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis
statistik deskriptif dan Analisis Faktor Konfirmatori berbantuan SPSS. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Jalan Raden Intan, Gerbang Perbatasan Kota
Bandar Lampung–Kabupaten Lampung Selatan, Pasar Tengah, Persimpangan
Adipura, dan Masjid Agung Al-Furqon merupakan elemen yang paling
dominan dalam persepsi masyarakat. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh faktor
visual, fungsional, dan simbolik. Selain dipahami secara fisik, elemen-elemen
tersebut juga memiliki makna sosial, budaya, dan identitas bagi masyarakat.
Kesimpulannya, penguatan citra Kota Bandar Lampung perlu difokuskan pada
pemeliharaan dan pengembangan elemen yang memiliki tingkat keterkenalan
tinggi serta makna simbolik yang kuat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
mendukung kebijakan penataan ruang berbasis identitas kota dan sejalan
dengan konsep city beautification dalam RPJPD Kota Bandar Lampung 2025
2045 guna mewujudkan kota yang berkarakter, beridentitas, dan berkelanjutan.
Kata kunci: citra kota, elemen citra kota, persepsi masyarakat, makna visual
dan simbolik
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250171
Keyword
Citra Kota Elemen Citra Kota Persepsi Masyarakat Makna Visual dan Simbolik