(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

MASA LALU – MASA SEKARANG – MASA DEPAN GUNUNG KRAKATAU DENGAN ARSITEKTUR SENSORIK & NARATIF


Bandar Lampung memiliki masalah dimana masyarakat memiliki kesadaran rendah akan bencana yang bisa terjadi kapan saja akibat letak geografis yang berada di bagian pesisir Sumatera Selatan. Taman Dipangga adalah salah satu Situs Sejarah yang menjadi saksi bisu atas Amukan Krakatau yang telah merusak dan menelan korban jiwa pada tahun 1883. Selain menjadi situs sejarah, Taman Dipangga juga menjadi salah satu Ruang Terbuka Hijau di Bandar Lampung. Namun, taman tersebut kini terabaikan karena sudah dirusak oleh “oknum” yang menyebabkan taman tidak layak dikunjungi. Bandar Lampung telah terdata sebaga kota yang memiliki persentase Ruang Terbuka Hijau dibawah 10%, mengingat Standar Nasional mengharuskan Kota memiliki 30% Ruang Terbuka Hijau dari luas total wilayah kota. Revitalisasi adalah cara yang dapat diterapkan untuk menghidupkan kembali suatu tempat/fasilitas. Revitalisasi Taman Dipangga akan menggunakan pendekatan berupa Pendekatan Naratif, Konsep Multi Sensori, dan Pendekatan Crime Prevention Through Environmental Design. Perancangan ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi dari Taman Dipangga, baik dari fungsinya sebagai Situs Sejarah, maupun sebagai Ruang Terbuka Hijau di Bandar Lampung, sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk melestarikan lingkungan dan sejarah demi keberlangsungan hidup yang lebih baik.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250143

Keyword
Sejarah Krakatau Pendekatan Naratif Pendekatan Sensorik Pendekatan Crime Prevention Through Environmental Art Gallery Taman Dipangga