ANALISIS TOTAL ANGKUTAN SEDIMEN DI SUNGAI WAY KANDIS MENGGUNAKAN METODE ENGELUND AND HANSEN
Sungai Way Kandis merupakan sistem sungai aluvial dinamis di Provinsi Lampung yang secara alami mengalami evolusi morfologi akibat interaksi gaya hidrodinamika aliran dan material dasar. Tingginya laju transpor sedimen memicu ketidakseimbangan sungai (river equilibrium) berupa fenomena agradasi (pendangkalan) masif dan degradasi (penggerusan) dasar saluran yang mengancam stabilitas tebing serta infrastruktur sipil di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter hidraulika aliran serta menentukan nilai angkutan sedimen per satuan lebar (qs), total angkutan sedimen (Qs), debit aliran berdasarkan berat (Gw), dan konsentrasi sedimen (Ct) menggunakan metode Engelund and Hansen. Hasil analisis menunjukkan karakteristik hidraulika dan sedimen yang bervariasi pada tiap titik tinjau. Pada bagian hulu, diperoleh sebagai nilai tertinggi dengan qs sebesar 0,0003301 (kg/s)/m, Qs sebesar 0,003126 kg/s (setara 98,585 ton/tahun), Gw sebesar 3.444,458 kg/s, dan Ct sebesar 9,076 × 10-7 ppm. Pada bagian tengah, nilai qs tercatat 0,0000334 (kg/s)/m, Qs sebesar 0,000896 kg/s, Gw sebesar 8.972,435 kg/s, dan Ct sebesar 9,98 × 10-8 ppm. Sementara itu, nilai terendah dicapai pada wilayah Hilir dengan nilai qs sebesar 0,0000161 (kg/s)/m, Qs sebesar 0,000544 kg/s (setara 17,162 ton/tahun), Gw sebesar 17.111,185 kg/s, dan Ct sebesar 3,18 × 10-8 ppm. Tren penurunan ini dipengaruhi oleh ukuran butiran material dasar (D50) yang semakin halus dari 0,714 mm di hulu menjadi 0,310 mm di hilir, kecepatan, dan kemiringan saluran yang menurun, sehingga dasar sungai di hilir menjadi rentan terjadi pengendapan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250138
Keyword
Engelund and Hansen D50 qs Qs Gw Ct Sungai Way Kandis Total Angkutan Sedimen