Perencanaan Jaringan 5G New Radio dengan Metode Dynamic Spectrum Sharing pada Area Urban Kota Bandar Lampung
Perencanaan jaringan 5G New Radio (NR) dengan metode Dynamic
Spectrum Sharing (DSS) pada area urban Kota Bandar Lampung
menggunakan frekuensi 1800 MHz merupakan salah satu langkah
implementasi teknologi 5G di tengah terbatasnya ketersediaan
spektrum frekuensi. Penelitian ini berfokus pada penentuan teknologi
yang paling optimal antara 4G LTE murni, 5G NR murni, dan
kombinasi 4G/5G menggunakan metode DSS. Pendekatan yang
digunakan dalam perencanaan ini meliputi capacity planning dan
coverage planning dengan mengimplementasikan model propagasi
Urban Macro (UMa) yang mengacu pada standardisasi 3GPP TR
38.901. Simulasi jaringan dilakukan menggunakan software Atoll 3.4.0
pada area urban yang mencakup wilayah Kecamatan Tanjung Karang
Timur, Teluk Betung Utara, Tanjung Karang Pusat, dan Enggal.
Parameter radio frekuensi yang digunakan sebagai tolak ukur performa
dan kelayakan jaringan adalah SS-RSRP, SS-SINR, dan data rate
(Throughput). Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan jumlah site
existing sebanyak 9 gNodeB untuk coverage planning dan 21 gNodeB
untuk capacity planning dengan estimasi densitas pengguna sebesar
2470 user/km² pada jam sibuk. Berdasarkan hasil simulasi, teknologi
5G NR murni tanpa menggunakan teknik DSS menghasilkan performa
paling unggul dan optimal di antara ketiga skenario. Pada perencanaan
berbasis capacity, skenario 5G murni mencatatkan nilai rata-rata SS-
SINR tertinggi sebesar 12,67 dB (kategori Baik) dan rata-rata data rate
mencapai 152,77 Mbps. Sementara pada perencanaan berbasis
coverage, skenario 5G murni tetap konsisten memberikan kekuatan
sinyal terbaik dengan nilai rata-rata SS-RSRP sebesar -73,81 dBm, kualitas sinyal SS-SINR sebesar 11,42 dB, dan data rate sebesar 133,98
Mbps. Hasil analisis membuktikan bahwa meskipun metode DSS
menawarkan fleksibilitas pemanfaatan spektrum frekuensi yang sama
secara dinamis, terdapat trade-off berupa pembagian sumber daya
(resource sharing) yang membatasi potensi throughput maksimal. Oleh
karena itu, implementasi jaringan 5G NR secara mandiri
(standalone/murni) direkomendasikan sebagai solusi jangka panjang
yang paling efektif untuk pengadaan jaringan awal di Kota Bandar
Lampung.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250125
Keyword
4G LTE 5G New Radio Dynamic Spectrum Sharing SS-RSRP SS-SINR