Evaluasi dan Standardisasi Sistem Kerja Dilengkapi Simulasi Aspek Finansial pada Unit Kerja MSS Sajiku PT Ajinomoto Indonesia Karawang Factory
PT Ajinomoto Indonesia Karawang Factory menghadapi kebutuhan evaluasi sistem kerja pada packing line Toyo A dan B produk SNA/SNP Sajiku akibat adanya penambahan produksi produk baru ATB yang menggunakan unit kerja MSS yang sama sehingga perusahaan mempertimbangkan penambahan lini produksi baru untuk produksi terasi. Penelitian ini bertujuan merancang standardisasi sistem kerja operator serta melakukan simulasi kelayakan investasi terhadap rancangan lini kerja yang diusulkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah work sampling, workload analysis, serta benefit cost analysis menggunakan indikator NPV, IRR, ROI dan Payback Period yang dilengkapi simulasi sensitivitas terhadap CAPEX, revenue, dan OPEX. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas operator hanya 39,48% sehingga dilakukan perancangan standardisasi sistem kerja melalui optimalisasi jumlah operator, pengaturan aktivitas kerja, dan penyusunan Standard Operational Procedure (SOP). Sementara itu, Hasil simulasi kelayakan investasi menunjukkan proyek penambahan lini ATB dinyatakan layak dengan nilai NPV sebesar Rp97.897.190.377, IRR sebesar 25,86%, ROI sebesar 11,88%, dan payback period pada tahun ke-5. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan proyek masih layak pada kenaikan CAPEX hingga 352%, penurunan revenue hingga 88%, dan kenaikan OPEX hingga 107%. Dengan demikian, rancangan standardisasi sistem kerja dan penambahan lini ATB dinilai mampu meningkatkan efektivitas operasional serta layak untuk diimplementasikan secara finansial pada unit kerja MSS Sajiku.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250117
Keyword
Work Sampling Standardisasi Sistem Kerja SOP Benefit Cost Analysis Analisis Sensitivitas