(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Penggunaan Serat Bambu Tali (Giganthocloa apus) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Prototipe Pembalut Wanita Organik Antiiritasi yang Ramah Lingkungan


Pembalut konvensional umumnya menggunakan bahan berbasis plastik sintetis yang sulit terurai dan berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pembalut yang biodegradable, aman, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe pembalut wanita organik antiiritasi berbahan batang bambu tali dengan absorben serat bambu dan lapisan penahan cairan berupa bioplastik pektin-kitosan. Absorben serat bambu dibuat menggunakan metode selulosa viskos, sedangkan bioplastik dibuat dengan metode solution casting. Absorben serat bambu pada pembalut dilakukan uji fisik dan karakteristik meliputi uji organoleptik, pH, daya serap, dan daya rembes, serta uji iritasi akut dermal secara in vivo. Bioplastik pektin-kitosan diuji sifat mekanik dan biodegradabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembalut yang dihasilkan bertekstur halus, tidak berbau, berwarna putih bersih, dan memiliki pH netral. Pembalut mampu menyerap cairan lebih dari 10 kali bobot awal tanpa mengalami kebocoran serta memenuhi persyaratan SNI 16-6363-2000. Hasil uji mekanik bioplastik menunjukkan nilai tensile strength sebesar 6,84 MPa dan elongasi sebesar 9,99%. Bioplastik juga menunjukkan kemampuan biodegradabilitas yang baik. Hasil uji iritasi menunjukkan tidak adanya eritema maupun edema dengan indeks iritasi 0,0 sehingga termasuk kategori negligible (tidak mengiritasi). Dengan demikian, prototipe pembalut berbasis serat bambu dan bioplastik pektin-kitosan berhasil dikembangkan serta berpotensi menjadi alternatif pembalut yang tidak mengiritasi dan lebih ramah lingkungan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250105

Keyword
bioplastik serat bambu pembalut ramah lingkungan