PEMODELAN KERENTANAN SOSIAL TERHADAP BANJIR BERBASIS INFORMASI GEOGRAFIS DI BANDAR LAMPUNG
Kota Bandar Lampung merupakan kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik fisik maupun sosial, seperti kondisi topografi yang rendah, intensitas curah hujan, perubahan tata guna lahan, serta karakteristik sosial-ekonomi masyarakat. Kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah, usia rentan, serta keterbatasan akses terhadap layanan publik cenderung mengalami dampak yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model kerentanan sosial terhadap banjir berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui penggabungan data spasial dan sosial-demografi. Metode yang digunakan adalah pendekatan semi-kuantitatif dengan teknik overlay raster menggunakan Model Builder. Variabel yang dianalisis meliputi kepadatan penduduk, tingkat kemiskinan, komposisi jenis kelamin, kelompok usia rentan, serta kondisi bangunan yang kemudian diklasifikasikan dan diberi bobot untuk membentuk indeks kerentanan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerentanan sosial terhadap banjir di Kota Bandar Lampung memiliki pola persebaran yang bervariasi secara spasial. Wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi umumnya berada pada kawasan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, tingkat kemiskinan yang besar, serta kondisi lingkungan yang kurang memadai. Model yang dihasilkan mampu membagi wilayah ke dalam kategori kerentanan rendah, sedang, dan tinggi secara efektif. Oleh karena itu, pendekatan berbasis SIG ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam perencanaan mitigasi bencana, penentuan prioritas penanganan, serta perumusan kebijakan yang lebih tepat dalam upaya mengurangi risiko banjir.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250092
Keyword
Kerentanan sosial banjir SIG Model Builder Bandar Lampung