Analisis Potensi 3R Sebagai Upaya Penanganan Masalah Persampahan di Permukiman Kumuh Kelurahan Kelapa Tiga Kota Bandar Lampung
Kelurahan Kelapa Tiga merupakan salah satu kawasan permukiman kumuh di Kota Bandar Lampung berdasarkan SK Wali Kota Nomor 660/IV.01/HK/2024 yang menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan persampahan. Morfologi permukiman yang sangat padat dengan gang sempit, terbatasnya sarana pewadahan dan pengangkutan, serta rendahnya praktik pemilahan sampah menyebabkan sebagian besar timbulan sampah rumah tangga dibuang ke saluran drainase atau dibakar. Meski konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) telah diamanatkan melalui UU No. 18 Tahun 2008 dan Perda Kota Bandar Lampung No. 6 Tahun 2023, implementasinya di kawasan ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi penerapan 3R di Kelurahan Kelapa Tiga melalui tiga sasaran: identifikasi kondisi eksisting pengelolaan sampah, analisis tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat terkait 3R, serta analisis potensi penerapan 3R di kawasan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan Mixed Methods melalui kuesioner terhadap 96 responden dengan Skala Likert, observasi lapangan terhadap enam tahapan teknik operasional persampahan, dan wawancara semi-terstruktur kepada Ketua RT/RW, petugas kebersihan, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup. Analisis kualitatif mengacu pada pendekatan Miles dan Huberman, analisis kuantitatif menggunakan persentase indeks dan interval kelas, serta triangulasi data untuk sintesis potensi penerapan 3R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat berada pada kategori tinggi, namun tingkat praktik hanya berada pada kategori sedang cenderung rendah. Kesenjangan ini bukan disebabkan oleh rendahnya kesadaran warga, melainkan oleh hambatan struktural berupa ketiadaan lahan komunal dan sistem pengangkutan yang menyatukan kembali sampah yang telah dipilah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa potensi penerapan 3R di Kelurahan Kelapa Tiga dapat diwujudkan melalui pendekatan non-struktural, yakni pemilahan skala mikro berbasis wadah fleksibel, modifikasi kompartemen armada sokli, dan inisiasi Bank Sampah Mobile berbasis Karang Taruna, dengan memanfaatkan modal sosial masyarakat yang telah terbentuk.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250091
Keyword
permukiman kumuh pengelolaan persampahan 3R potensi penerapan modal sosial