Hubungan Self-Efficacy dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetik Oral (ADO) Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Satelit Bandar Lampung
Self-efficacy diduga berkaitan erat dengan keberhasilan edukasi yang berdampak pada kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan penggunaan Antidiabetik Oral (ADO) pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di Puskesmas Satelit Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental dengan desain cross-sectional, melibatkan 86 responden dipilih secara consecutive sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan instrumen Diabetes Mellitus Self-Efficacy Scale (DMSES) untuk efikasi diri dan Medication Adherence Rating Scale (MARS-5) untuk kepatuhan penggunaan obat, sedangkan data sekunder diperoleh dari rekam medis untuk validasi data sosiodemografi responden. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki self-efficacy sedang (57,0%) dan kepatuhan penggunaan ADO tidak patuh (77,9%). Analisis hubungan dilakukan menggunakan Uji Spearman-rho menunjukkan hubungan signifikan antara self-efficacy dengan kepatuhan penggunaan ADO (p < 0,000 ; r = 0,797) dengan arah korelasi positif. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self-efficacy, maka semakin tinggi kepatuhan penggunaan ADO.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250073
Keyword
Antidiabetik oral diabetes melitus tipe 2 kepatuhan self-efficacy