Perencanaan Unit Pengolahan Lumpur IPAL Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung Kota Bandar Lampung
TPA Bakung Kota Bandar Lampung menghasilkan air lindi yang harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan lindi menghasilkan lumpur residu yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan menurunkan kinerja IPAL apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan unit pengolahan lumpur yang sesuai dengan karakteristik dan debit lindi. Tujuan perencanaan ini adalah menghitung kuantitas lumpur, menentukan alternatif unit pengolahan lumpur, serta menyusun Bill of Quantity (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sebelum perencanaan dilakukan, perlu diketahui debit air lindi TPA Bakung. Hasil perhitungan menunjukkan debit lindi eksisting sebesar 0,0486 m³/hari. Untuk menghindari underdesign, dilakukan proyeksi debit lindi menggunakan Metode Rasional sehingga diperoleh debit rencana sebesar 277,6 m³/hari. Analisis kuantitas lumpur berdasarkan hasil uji laboratorium menunjukkan massa lumpur sebesar 33,8 kg/hari dan volume lumpur 0,828 m³/hari. Pemilihan alternatif unit pengolahan lumpur dilakukan menggunakan metode Decision Matrix berdasarkan kriteria kebutuhan lahan, biaya investasi, kebutuhan energi, operasi dan pemeliharaan, serta timbulan cake. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi bak pengumpul berukuran 1,2 m x 1,2 m, gravity thickener berdiameter dalam 1,3 m dan diameter luar 1,85 m, serta sludge drying bed berukuran 4,8 m x 2,6 m merupakan alternatif terbaik secara teknis dan ekonomis. Estimasi biaya pembangunan unit pengolahan lumpur berdasarkan BOQ dan RAB yang mengacu pada HSPK Kota Bandar Lampung Tahun 2025 sebesar Rp121.245.638,-. Perencanaan ini diharapkan mendukung pengelolaan lumpur IPAL lindi yang lebih efektif dan berkelanjutan di TPA Bakung.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606250045
Keyword
TPA Air lindi Lumpur Kuantitas lumpur Pengolahan lumpur