Pemetaan Potensi Wilayah Bahaya Banjir Bandang Menggunakan Metode Flash Flood Potential Index (FFPI) Dengan Model Ceru Modifikasi Di Sub DAS Way Pampangan, Teluk Betung Selatan
Banjir bandang adalah banjir berkecepatan tinggi dalam waktu kurang dari 6 jam akibat hujan lebat, longsor, atau tanggul jebol, yang ditandai lonjakan drastis air sungai sambil membawa material tanah, batu, dan kayu. Secara spasial, tingkat bahaya banjir bandang sangat dipengaruhi oleh karakteristik fisiografis suatu wilayah, sebagaimana terjadi di Sub DAS Way Pampangan, Teluk Betung Selatan pada Januari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan sebaran spasial wilayah potensi bahaya banjir bandang, serta mengklasifikasikan kelas zona potensi bahaya dengan metode yang digunakan adalah Flash Flood Potential Index (FFPI) model Ceru modifikasi, yang menggunakan parameter fisiografis seperti kemiringan lereng, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, tekstur tanah, Curve Number (CN) dan Topographic Wetness Index (TWI) yang diolah secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan potensi bahaya banjir bandang di Sub DAS Way Pampangan didominasi kelas rendah seluas 3.436,60 ha, diikuti kelas sedang seluas 2.202,63 ha, dan kelas tinggi seluas 2,85 ha yang terkonsentrasi di Padang Cermin, Kemiling, dan Teluk Betung Barat
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240282
Keyword
Banjir Bandang FFPI Model Ceru Curve Number Topographic Wetness Index SIG