(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pengukuran GNSS Untuk Pengamatan Land Subsidence Di Wilayah Lampung Timur Dan Lampung Selatan


Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan fenomena geodinamika yang ditandai oleh perubahan posisi vertikal permukaan tanah ke arah turun. Fenomena ini dapat dipengaruhi oleh faktor alami maupun aktivitas manusia, seperti karakteristik geologi. Wilayah pesisir Lampung Timur dan Lampung Selatan memiliki kondisi lingkungan yang beragam dan berpotensi mengalami perubahan elevasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai dan pola perubahan penurunan muka tanah di wilayah pesisir Lampung Timur dan Lampung Selatan selama periode 2024–2026. Metode yang digunakan adalah pengamatan GNSS statik dengan durasi pengamatan 24 jam pada titik-titik kontrol yang tersebar di wilayah penelitian. Data hasil pengamatan diolah menggunakan perangkat lunak GAMIT/GLOBK untuk memperoleh koordinat. Di wilayah Lampung Timur, titik PSY2 menunjukkan peningkatan elevasi paling besar, yaitu dari 4,066 m pada tahun 2024 menjadi 4,538 m pada tahun 2026. Titik SDMY juga mengalami kenaikan dari 9,332 m menjadi 9,426 m. Sementara itu, titik KTPY menunjukkan pola fluktuatif, dengan penurunan pada tahun 2025 dan peningkatan kembali pada tahun 2026, namun nilai akhirnya masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Pada wilayah Lampung Selatan, titik SDMQ mengalami peningkatan dari 1,849 m menjadi 1,880 m, sedangkan titik KLDQ menunjukkan penurunan konsisten dari 28,642 m menjadi 28,595 m. Titik BHNQ juga mengalami penurunan pada tahun 2026 setelah sempat meningkat pada tahun 2025.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240250

Keyword
Tinggi Orthometrik Lampung Timur Lampung Selatan South Lampung East Lampung Orthometric Height GAMIT/GLOBK