REKOMENDASI PENAMBAHAN POS DAMKAR DAN EVALUASI WAKTU TANGGAP KEBAKARAN PADA BANGUNAN NON-PERMUKIMAN KOTA BANDUNG
Kebakaran pada bangunan non-permukiman merupakan permasalahan serius pada kawasan perkotaan yang berdampak signifikan terhadap kerugian ekonomi dan keselamatan publik. Kota Bandung mencatat terjadi 230 kejadian kebakaran bangunan non-permukiman selama periode 2020-2023, namun distribusi 35 Stasiun Pemadam Kebakaran (SPK) eksisting yang terkonsentrasi di wilayah tengah dan barat kota berpotensi menghambat ketercapaian standar waktu tanggap yang telah ditetapkan dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi waktu tanggap pelayanan SPK eksisting terhadap kejadian kebakaran bangunan non-permukiman di Kota Bandung serta memberikan rekomendasi lokasi SPK baru yang optimal berdasarkan standar waktu tanggap yang telah di tetapkan dari NFPA maupun Permendagri Nomor 114 Tahun 2018. Pendekatan yang digunakan adalah analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode closest facility analysis, service area analysis, dan location-allocation analysis pada perangkat lunak ArcGIS 10.8. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 70 kejadian dari total 230 populasi dengan menggunakan rumus Slovin tingkat kesalahan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,43
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240232
Keyword
Analisis Spasial Bangunan Non-Permukiman Kebakaran Perkotaan Location-Allocation Waktu Tanggap