Analisis Life Cycle Assessment (LCA) Pada Produksi Ikan Giling Di Kota Bandar Lampung Studi Kasus UMKM Lempasing.
Ikan giling merupakan salah satu produk setengah jadi yang dapat tahan
lama dan mutu tetap baik. Ikan giling juga meningkatkan nilai ekonomi
dengan mengubah menjadi berbagai produk. UMKM pengolahan ikan
giling juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi
gas rumah kaca (GRK) dan eutrofikasi. Tujuan dari penelitian ini
mengidentifikasi input dan output serta menganalisis GRK dan
eutrofikasi UMKM ikan giling menggunakan metode Life Cycle
Assessment (LCA) dengan batasan cradle to gate. Kapasitas produksi
di UMKM X memiliki hingga 1000 Kg ikan segar dengan berbagai
jenis seperti, layur, kurisi, bondolan dan lainnya dengan hasil produk
akhir sebanyak 607,5 Kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan
input terdiri dari ikan segar, es batu dan air dengan energi yang
digunakan bersumber dari listrik dan solar. Output yang dihasilkan
limbah padat, limbah cair, emisi ga CO2, CH4, N2O, NOx dan PO4. Emisi
GRK yang dihasilkan adalah sebesar 147,15 kgCO2eq pada proses
produksi dan 15.815,9 kgCO2eq pada proses pengadaan bahan baku.
Eutrofikasi yang dihasilkan adalah sebesar 7,01 kgPO₄eq pada proses
produksi dan 37.080,46 kgPO₄eq pada proses pengadaan bahan baku.
Alternatif perbaikan yang dapat diterapkan antara lain melakukan
perbaikan dan perawatan kapal terutama bagian penyimpanan bahan
bakar atau tangki, mengganti bahan bakar yang ramah lingkungan,
mengolah limbah cair menjadi pupuk, menggunakan listrik
memanfaatkan energi terbarukan PLTS.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240208
Keyword
Cradle to gate Eutrofikasi GRK Ikan giling LCA