ANALISIS KERENTANAN BANGUNAN DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDAR LAMPUNG TERHADAP SKENARIO TSUNAMI DARI GEMPA BESAR PADA SEGMEN BARAT MEGATHRUST SELATAN JAWA MENGGUNAKAN PEMODELAN NUMERIK COMCOT V1.7
Kota Bandar Lampung merupakan wilayah pesisir yang berhadapan
langsung dengan Teluk Lampung dan Selat Sunda sehingga berpotensi
terdampak tsunami akibat gempa megathrust di selatan Pulau Jawa.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan bangunan di wilayah
pesisir Kota Bandar Lampung terhadap skenario tsunami akibat gempa
besar pada Segmen Barat Megathrust Selatan Jawa berkekuatan 8,9
Mw. Pemodelan tsunami dilakukan menggunakan Cornell Multi-grid
Coupled Tsunami Model (COMCOT) v1.7. Karakteristik bangunan
diidentifikasi melalui Google Street View dan observasi lapangan,
kemudian diklasifikasikan berdasarkan taksonomi bangunan Global
Earthquake Model (GEM). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa
gelombang tsunami diperkirakan mencapai pesisir Kota Bandar
Lampung sekitar 60 menit setelah gempa terjadi dengan ketinggian
paparan maksimum mencapai 3,1 meter. Sebanyak 6.154 bangunan
berada pada area terdampak tsunami, dengan dominasi struktur
pasangan bata sebesar 59,01
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240199
Keyword
Tsunami COMCOT Kerentanan Bangunan Taksonomi Bangunan Megathrust Pesisir Kota Bandar Lampung