INTEGRASI GREY-FMEA DAN LIFE CYCLE COSTING UNTUK STRATEGI MAINTENANCE MESIN FORKLIFT PADA INDUSTRI ALAT BERAT
Forklift merupakan salah satu alat material handling yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses operasional perusahaan. Tingginya intensitas penggunaan forklift dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan yang berdampak pada penurunan produktivitas, peningkatan biaya perawatan, serta terjadinya downtime operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko kegagalan komponen forklift menggunakan metode Grey Failure Mode and Effects Analysis (Grey-FMEA), menentukan prioritas risiko kegagalan, menghitung Life Cycle Cost (LCC) forklift, serta menentukan strategi maintenance yang optimal melalui integrasi Grey-FMEA dan LCC.
Metode Grey-FMEA digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan prioritas risiko kegagalan berdasarkan nilai Grey Relational Grade (GRG), sedangkan metode LCC digunakan untuk menghitung total biaya yang ditimbulkan akibat kerusakan forklift. Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak perusahaan, serta dokumentasi riwayat kerusakan forklift. Hasil analisis Grey-FMEA menunjukkan bahwa penyebab kegagalan dengan tingkat risiko tertinggi adalah overwork pada forklift dengan nilai GRG sebesar 0,905. Sementara itu, hasil perhitungan LCC menunjukkan bahwa total biaya siklus hidup forklift akibat kerusakan yang dianalisis sebesar Rp33.699.125,00.
Berdasarkan integrasi hasil Grey-FMEA dan LCC, strategi preventive maintenance direkomendasikan pada kerusakan komponen menjadi aus, overheating mesin, dan kerusakan bearing karena memiliki tingkat risiko serta biaya kegagalan yang tinggi. Adapun strategi corrective maintenance direkomendasikan pada kerusakan penurunan performa mesin karena memiliki tingkat risiko dan dampak biaya yang relatif lebih rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Grey-FMEA dan LCC mampu memberikan dasar pengambilan keputusan maintenance yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan aspek risiko dan biaya secara bersamaan. Dengan demikian, penerapan strategi maintenance yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan keandalan forklift, mengurangi downtime, serta menekan biaya perawatan perusahaan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240188
Keyword
Forklift Grey-FMEA Life Cycle Costing Preventive Maintenance Corrective Maintenance Risiko Kegagalan