ANALISIS TIPE GELOMBANG PECAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI PERIODE 2023-2025. (Studi Kasus : Pantai Mandiri, Desa Balai Kencana, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung)
Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik gelombang pecah dan hubungannya dengan perubahan garis pantai di Pantai Mandiri, Desa Balai Kencana, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Kajian dilakukan karena pantai ini berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang memiliki dinamika gelombang tinggi. Karakteristik gelombang dianalisis menggunakan model SWAN (Simulating Waves Nearshore), sedangkan perubahan garis pantai dianalisis dengan metode DSAS (Digital Shoreline Analysis System) berdasarkan citra satelit sentinel 2A multitemporal periode 2023–2025. Hasil menunjukkan bahwa gelombang pecah didominasi tipe plunging dengan nilai Angka Iribarren (ξ_b) sebesar 1,266 – 1,903. Analisis garis pantai memperlihatkan dominasi abrasi yang ditunjukkan oleh nilai End Point Rate (EPR) dan Net Shoreline Movement (NSM) negatif pada sebagian besar transek. Hubungan antara karakteristik gelombang pecah dan perubahan garis pantai tergolong sangat kuat, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,8761 untuk ξ_b – EPR dan 0,8469 untuk ξ_b – NSM. Arah datang gelombang juga menunjukkan hubungan kuat terhadap perubahan garis pantai, dengan R² sebesar 0,7818 terhadap EPR dan 0,7426 terhadap NSM. Temuan ini mengindikasikan bahwa gelombang pecah tipe plunging berperan penting dalam proses abrasi dan dinamika garis pantai di Pantai Mandiri, serta dapat menjadi dasar ilmiah bagi pengelolaan pesisir dan mitigasi abrasi berkelanjutan.
Kata kunci: Tipe Gelombang Pecah, Angka Iribarren, arah datang gelombang (DIR), perubahan garis pantai, SWAN, DSAS, EPR, NSM.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240183
Keyword
Tipe Gelombang Pecah Angka Iribarren arah datang gelombang (DIR) perubahan garis pantai SWAN DSAS EPR NSM