ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PROSES KEGIATAN PENAMBANGAN BATU BARA DI PT BARASENTOSA LESTARI
Tata kelola risiko memiliki peran penting dalam kegiatan pertambangan karena mendukung pengendalian bahaya, risiko operasional, dan potensi kerugian yang dapat memengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja serta keberlangsungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan tata kelola risiko pada kegiatan penambangan batubara di PT Barasentosa Lestari berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 185.K/37.04/DJB/2019, serta mengidentifikasi faktor penyebab implementasi yang belum optimal menggunakan analisis diagram tulang ikan (fishbone). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemenuhan kriteria kinerja dalam siklus tata kelola risiko mencapai 70%, sedangkan kesesuaian dokumen Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko hanya sebesar 35%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan tata kelola risiko masih memerlukan perbaikan, terutama pada aspek kelengkapan dokumentasi di setiap tahapan siklus. Analisis fishbone menunjukkan bahwa faktor utama penyebab belum optimalnya implementasi berasal dari aspek sumber daya manusia, metode kerja, dan pengelolaan dokumen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi karyawan, penyelarasan dokumen dengan kriteria yang berlaku, serta pengembangan sistem pengelolaan dokumen risiko yang terintegrasi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240181
Keyword
Diagram fishbone Kepdirjen 185 Manajemen risiko Penambangan batu bara