Pemetaan Potensi Wilayah Bahaya Banjir Bandang Menggunakan Metode Flash Flood Potential Index (FFPI) Dengan Model Smith Di Sub DAS Way Pampangan, Teluk Betung Selatan
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling merusak karena kedatangannya yang cepat dan berdaya rusak tinggi. Salah satu kawasan yang memiliki bahaya tinggi terhadap bencana ini adalah Sub-DAS Way Pampangan, Teluk Betung Selatan. Berdasarkan data inaRisk, Kecamatan Teluk Betung Selatan memiliki indeks bahaya banjir bandang yang tinggi, yang diperparah oleh alih fungsi lahan menjadi lahan terbangun. Hal ini terbukti pada peristiwa 17 Januari 2025, ketika hujan ekstrem menyebabkan banjir bandang yang melanda pemukiman sekitar hingga meruntuhkan Jembatan Gantung Sumur Putri. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengklasifikasikan sebaran spasial tingkat potensi bahaya banjir bandang di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah Flash Flood Potential Index (FFPI) dengan pembobotan model Smith berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemodelan ini mengintegrasikan empat parameter fisis utama, yaitu kemiringan lereng, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, dan tekstur tanah lapisan permukaan hasil pengujian laboratorium. Analisis diterapkan pada 54 unit wilayah Sub DAS yang berhasil didelineasi yang hasil akhir menunjukkan wilayah studi didominasi potensi bahaya tingkat sedang (indeks 2) yang mencakup 37 wilayah Sub DAS seluas 4.506,98 ha. Tingkat potensi rendah (indeks 1) mencakup 14 wilayah Sub DAS seluas 1.236,51 ha, sedangkan potensi tinggi (indeks 3) mencakup 3 wilayah Sub DAS seluas 86,82 ha. Nilai indeks tertinggi terdeteksi pada wilayah Sub DAS 50 sebesar 5.096.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240167
Keyword
Banjir Bandang Flash Flood Potential Index (FFPI) Model Smith Sub-DAS Way Pampangan Sistem Informasi Geografis (SIG)