Hubungan Rasionalitas Antihipertensi Terhadap Luaran Klinis Pasien Gagal Ginjal Kronik Non-Hemodialisis Instalasi Rawat Inap RS X Bandar Lampung
Ketidakrasionalan terapi antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) non-hemodialisis merupakan masalah terkait terapi obat yang dapat memengaruhi keberhasilan pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas terapi antihipertensi dan luaran klinis pasien GGK non-hemodialisis di Instalasi Rawat Inap RS X Bandar Lampung. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik consecutive sampling. Penilaian rasionalitas terapi dilakukan berdasarkan enam kategori Cipolle, sedangkan luaran klinis dinilai berdasarkan target tekanan darah menurut KDIGO 2024. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher Exact melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 71 pasien, sebanyak 54 pasien menerima terapi rasional dan 17 pasien menerima terapi tidak rasional. Ditemukan 21 kejadian ketidakrasionalan terapi, meliputi kebutuhan terapi obat tambahan sebanyak 11 kejadian, reaksi obat tidak diinginkan 6 kejadian, dan dosis terlalu rendah 4 kejadian. Kategori terapi obat tidak diperlukan, dosis terlalu tinggi, dan obat tidak efektif tidak ditemukan. Sebanyak 60 pasien mencapai target tekanan darah. Uji Fisher Exact menunjukkan adanya hubungan bermakna antara rasionalitas terapi antihipertensi dan luaran klinis (p=0,000; p<0,05) nilai confidence interval (95%).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240159
Keyword
Gagal Ginjal Kronik Luaran Klinis Rasionalitas Terapi