Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Pelaksanaan Pekerjaan Fondasi Pancang (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Garuda RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung)
Sektor konstruksi menyumbang 32 persen dari total kasus kecelakaan kerja nasional, dengan pekerjaan fondasi pancang sebagai salah satu tahapan paling berisiko. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan merumuskan pengendalian risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan fondasi pancang di Proyek Pembangunan Gedung Garuda RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan penilaian risiko berbasis matriks 5×5 standar AS/NZS 4360:2004, melalui kuesioner dua tahap yang melibatkan 17 responden dari unsur owner, kontraktor, dan konsultan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 variabel bahaya pada 9 tahap pekerjaan, terdapat 16 variabel (24,24%) kategori High Risk, 48 variabel (72,73%) kategori Moderate Risk, dan 2 variabel (3,03%) kategori Low Risk, tanpa ditemukan variabel Extreme Risk. Risiko tertinggi terdapat pada paparan panas saat survei, kehadiran pekerja di zona operasi HSPD, dan manuver alat berat tanpa sinyal, dengan skor masing-masing 13. Pengendalian risiko disusun berdasarkan hierarki ISO 45001:2018 mencakup substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan APD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode JSA efektif sebagai instrumen analisis risiko yang sistematis pada pekerjaan fondasi pancang.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240133
Keyword
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Fondasi Pancang Job Safety Analysis Keselamatan Konstruksi