Identifikasi Performance Maintenance Pada Crane Di Industri Alat berat Melalui Distribusi Statistik : Studi Kasus PT Daekyung Indah Heavy Industry
Penelitian ini menggunakan metode Reliability Based Maintenance (RBM) dengan analisis failure distribution, khususnya distribusi weibull, untuk mengidentifikasi pola kegagalan komponen crane. Keandalan peralatan merupakan faktor penting dalam menunjang kelancaran operasional industri manufaktur dan alat berat, terutama pada peralatan kritis seperti crane. Ketidakefisienan sistem maintenance yang masih bersifat reaktif serta tidak berbasis keandalan dapat menyebabkan meningkatnya downtime dan biaya perbaikan. Kondisi ini juga terjadi pada PT Daekyung Indah Heavy Industry, dimana frekuensi kerusakan crane yang cukup tinggi serta tidak optimalnya pelaksanaan preventive maintenance menunjukkan perlunya evaluasi sistem pemeliharaan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja maintenance crane menggunakan pendekatan berbasis keandalan.
Data yang digunakan berupa data historis kerusakan selama tiga tahun terakhir, yang diolah melalui perhitungan MTBF, MTTR, serta analisis reliability. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan rekomendasi IPM yang optimal serta strategi maintenance berbasis LCC guna meningkatkan keandalan operasional, menurunkan downtime, dan mengoptimalkan biaya perawatan. Hasil analisis menunjukkan karakteristik kegagalan wear out failure, nilai reliability sebesar 51,4% termasuk kategori rendah, dan LCC sebesar Rp.15.589.283. Penerapan RBM, diperoleh IPM optimal sebesar 551,62 jam operasi atau sekitar 3,2 bulan yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi perawatan untuk meminimalkan risiko kerusakan, meningkatkan keandalan peralatan, mengurangi downtime operasional, dan menekan biaya maintenance perusahaan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240113
Keyword
reliability based maintenance failure distribution preventive maintenance crane downtime