(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pemantauan Deformasi Permukaan Gunung Merapi Tahun 2021–2024 Menggunakan Metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR)


Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan tingkat aktivitas vulkanik yang tinggi dan berpotensi menimbulkan berbagai bahaya bagi masyarakat di sekitarnya. Aktivitas vulkanik yang terjadi dapat menyebabkan perubahan bentuk permukaan atau deformasi pada tubuh gunung api yang berkaitan dengan dinamika sistem magmatik di bawah permukaan. Pemantauan deformasi permukaan menjadi salah satu indikator penting dalam memahami aktivitas vulkanik serta mendukung upaya mitigasi bencana. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memantau deformasi permukaan adalah Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) yang memanfaatkan citra radar satelit untuk mendeteksi perubahan permukaan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai koherensi, menganalisis kecepatan deformasi arah Line of Sight (LOS), serta menganalisis deformasi vertikal dan horizontal Gunung Merapi pada periode tahun 2021–2024. Penelitian ini menggunakan data citra radar satelit Sentinel-1 dengan jalur orbit ascending dan descending pada periode pengamatan tahun 2021 hingga 2024. Pengolahan data dilakukan menggunakan pendekatan Small Baseline Subset (SBAS) pada perangkat lunak MintPy untuk menghasilkan analisis deformasi berbasis time series. Tahapan pengolahan meliputi pembentukan interferogram, analisis koherensi, estimasi kecepatan deformasi arah Line of Sight (LOS), serta dekomposisi deformasi menjadi komponen vertikal dan horizontal. Hasil pengolahan kemudian dianalisis secara spasial dan temporal untuk mengidentifikasi pola deformasi yang terjadi di sekitar Gunung Merapi selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koherensi citra InSAR pada sebagian besar area penelitian cukup baik untuk analisis deformasi, meskipun pada beberapa area dengan vegetasi rapat nilai koherensinya relatif lebih rendah. Nilai kecepatan deformasi arah Line of Sight (LOS) menunjukkan adanya variasi pergerakan permukaan di sekitar Gunung Merapi selama periode pengamatan. Hasil dekomposisi deformasi menunjukkan bahwa deformasi vertikal berada pada kisaran sekitar -73,023 mm/tahun hingga 43,199 mm/tahun, dimana nilai positif menunjukkan pengangkatan permukaan (uplift) dan nilai negatif menunjukkan penurunan permukaan (subsidence). Sementara itu, deformasi horizontal menunjukkan adanya pergerakan lateral pada beberapa sektor lereng gunung. Pola deformasi tersebut mengindikasikan bahwa perubahan bentuk permukaan Gunung Merapi berkaitan dengan dinamika aktivitas vulkanik yang terjadi selama periode pengamatan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240088

Keyword
InSAR deformasi Gunung Merapi Sentinel-1 aktivitas vulkanik