Tingginya intensitas curah hujan yang berlangsung dalam durasi lama merupakan salah satu faktor utama penyebab banjir, terutama di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Katibung, khususnya Desa Banyumas Kecamatan Candipuro. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran genangan banjir dan membandingkan penggunaan data penampang sungai pada pemodelan HEC-RAS 2D. Data yang digunakan meliputi data curah hujan 10 tahun, Digital Elevation Model (DEM), Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) serta data kedalaman penampang sungai. Distribusi hujan jam jaman dianalisis menggunakan Alternating Block Method, sedangkan perhitungan debit dilakukan dengan pendekatan hidrograf satuan sintetik Nakayasu. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit puncak banjir untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun berturut-turut sebesar 843,088 m3/s; 1100,135 m3/s; 1270,374 m3/s; 1433,631 m3/s; 1468,854 m3/s; 1644,949 m3/s dan 1803,307 m3/s. Luasan genangan hasil pemodelan menggunakan cross Section terukur untuk masing-masing kala ulang adalah 2.717 ha, 4.059 ha, 4.582 ha, 5.232 ha, 5.377 ha, 5.836 ha, dan 6.161 ha. Sementara itu, luasan genangan hasil pemodelan menggunakan cross Section DEMNAS berturut-turut sebesar 2.463 ha, 3.284 ha, 3.693 ha, 4.103 ha, 4.236 ha, 4.716 ha, dan 5.343 ha. Hasil perbandingan antara kedua metode menunjukkan perbedaan luasan genangan sebesar 9,34 persen, 19,1 persen, 19,41 persen, 21,58 persen, 21,21 persen, 19,18 persen, dan 13,27 persen dengan rata-,rata semua kala ulang 17,58 persen.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240081
Keyword
Curah Hujan Banjir HEC-RAS 2D Pemodelan Hidrologi DAS Way Katibung