ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN FONDASI PANCANG MENGGUNAKAN METODE HIRADC (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Garuda RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung)
Pekerjaan fondasi tiang pancang merupakan kegiatan konstruksi berisiko tinggi yang melibatkan mobilisasi alat berat, pemasangan tiang, pemotongan tiang, serta pengecoran kepala tiang secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menyusun rekomendasi pengendalian risiko kecelakaan kerja pada Proyek Pembangunan Gedung Garuda di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dengan matriks risiko 5×5 diterapkan berdasarkan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021, ISO 45001:2018, dan AS/NZS 4360:2004. Data diperoleh melalui validasi ahli terhadap variabel (Tahap I) dan penilaian skor risiko oleh 17 personel proyek (Tahap II). Studi ini mengidentifikasi 84 variabel bahaya di empat tahap pekerjaan (Persiapan Lokasi, Pemasangan Tiang Pancang, Pemotongan Tiang Pancang, dan Konstruksi Kepala Tiang), yang terdiri dari 13 (15,5%) Risiko Rendah, 54 (64,3%) Risiko Sedang, dan 17 (20,2%) Risiko Tinggi dengan Risk Score R= 12, tanpa adanya Risiko Ekstrim yang teridentifikasi. Risiko tertinggi terkait dengan interaksi pekerja dengan kendaraan dan alat berat. Tidak adanya Risiko Ekstrim dikaitkan dengan penggunaan Hydraulic Static Pile Driver (HSPD), yang menggantikan diesel hammer dan menghilangkan bahaya getaran dan kebisingan yang berlebihan. Pengendalian risiko dikembangkan sesuai dengan hierarki E-S-EC-AC-PPE dalam ISO 45001:2018 dan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 untuk diterapkan secara langsung oleh PT Kreasi Perdana Konstruksi Indonesia.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240064
Keyword
Risiko Kecelakaan Kerja Tiang Pancang K3 HIRADC