ESTIMASI KEDALAMAN PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN ALGORITMA LYZENGA DAN STUMPF BERBASIS CITRA SPOT-7
Ketersediaan data batimetri yang akurat merupakan kebutuhan penting dalam mendukung keamanan pelayaran dan pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia. Satellite Derived Bathymetry menjadi salah satu metode alternatif untuk memperoleh informasi kedalaman perairan dengan memanfaatkan citra satelit secara lebih efisien dibandingkan survei lapangan konvensional. Penelitian ini bertujuan mengestimasi kedalaman perairan dangkal di Teluk Hurun, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung menggunakan algoritma Lyzenga dan Stumpf berbasis citra SPOT-7 tahun 2022. Algoritma Lyzenga diterapkan melalui transformasi logaritmik pada band biru, hijau, dan merah dengan regresi linier berganda sehingga diperoleh model Z=-9,161+5,627X_1-13,215X_2+2,824X_3. Sementara itu, algoritma Stumpf menggunakan rasio logaritmik band biru dan hijau dengan regresi linier yang menghasilkan model Z=-181,503X+175,111. Hasil uji akurasi menunjukkan bahwa algoritma Stumpf memiliki performa yang lebih baik dengan nilai R² sebesar 0,560 dan RMSE sebesar 2,009 meter, sedangkan algoritma Lyzenga menghasilkan nilai R² sebesar 0,395 dan RMSE sebesar 2,390 meter. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, algoritma Stumpf dinilai lebih akurat dalam mengestimasi kedalaman perairan dangkal di Teluk Hurun menggunakan citra SPOT-7.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240052
Keyword
Batimetri SDB Lyzenga Stumpf Spot-7