Analisis Kelelahan Spread Mooring System Berdasarkan Respons Dinamis Hull Kapal Pada Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Marlin Natuna
FPSO adalah suatu bangunan apung hasil dari konversi kapal tanker tua dengan mengintegrasikan fungsi produksi, penyimpanan, dan offloading hidrokarbon di lepas pantai. Gerakan lambung kapal (hull) dapat menghasilkan tension pada mooring nya karena menahan kapal agar tetap pada posisinya. Penelitian ini menghitung akumulasi kerusakan mooring tiap tahun akibat dari perpindahan hull yang menghasilkan tension pada sistem tambatnya. Penelitian diawali dengan pemodelan hull menggunakan MAXSURF Modeler dilanjutkan dengan analisis seakeeping menggunakan ANSYS AQWA R2 2023. Luaran respons kapal disajikan dalam Response Amplitude Operator (RAO) dan respon spektra untuk mengetahui amplitudo respon dan energi pergerakan kapal. RAO terbesar saat terapung bebas pada arah 90° gerakan translasi heave dengan nilai 1.27 m/m, dan gerakan rotasional roll sebesar 10.38°. RAO terbesar saat tertambat pada arah 90° gerakan translasi heave sebesar 1.27 m/m dan gerakan rotasional roll sebesar 24.20°. Hasil estimasi umur fatigue dengan Palmgren-Miner diperoleh mooring 6 memiliki umur paling singkat yaitu 37.4 tahun dan umur paling lama pada mooring 7 selama 249 tahun.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240042
Keyword
FPSO Response Amplitude Operator Tension Fatigue