ANALISIS KUAT TARIK LENTUR DAN DAYA SERAP AIR PADA BETON BERSERAT FIBER GLASS MENGGUNAKAN LIMBAH STEEL SLAG SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR
Beton bersifat getas dan lemah terhadap gaya tarik, sehingga dibutuhkan inovasi material untuk meningkatkan performa lenturnya. Penelitian ini menganalisis pengaruh substitusi agregat kasar menggunakan limbah steel slag dengan variasi 20%, 25%, dan 30% pada beton berserat fiber glass terhadap kuat tarik lentur dan daya serap air. Benda uji berupa balok beton berukuran 15 cm × 15 cm × 60 cm dengan kandungan fiber glass tetap sebesar 0,3%, diuji pada umur 28 hari berdasarkan SNI 4431-2011. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kuat tarik lentur meningkat seiring bertambahnya persentase substitusi steel slag. Nilai kuat lentur beton normal sebesar 3,73 MPa meningkat menjadi 4,23 MPa (20%), 4,51 MPa (25%), dan mencapai nilai tertinggi 4,71 MPa pada variasi 30%. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik (F-Hitung 2,22 < F-Tabel 4,07). Nilai daya serap air meningkat dari 5,16% (kontrol) menjadi 8,11% pada variasi 20%, lalu menurun ke 7,89% pada variasi 25 dan 30%. Peningkatan daya serap air tidak menyebabkan penurunan kuat lentur karena air terserap ke pori internal partikel steel slag, bukan ke zona transisi pasta-agregat. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah steel slag berpotensi dimanfaatkan sebagai substitusi agregat kasar dalam campuran beton berserat fiber glass guna mendukung konstruksi yang lebih berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606240017
Keyword
Limbah Steel Slag Fiber Glass Kuat Tarik Lentur Daya Serap Air Konstruksi Berkelanjutan.