Analisis Perbandingan Kelimpahan Mikroplastik di Udara Indoor dengan Udara Outdoor pada Kawasan Sekolah (Studi Kasus: SMA Negeri 1 Bandar Lampung).
Lingkungan sekolah menjadi pusat aktivitas siswa/i, guru dan staf selama ±8 jam per hari, termasuk di lingkungan indoor maupun outdoor. Pakaian berbahan sintetis yang digunakan berpotensi melepaskan mikroplastik ke udara. Transportasi mikroplastik dari outdoor ke indoor dapat masuk melalui ventilasi alami, angin, dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kelimpahan, morfologi, dan perbandingan indoor dan outdoor pada TSP dan kelimpahan mikroplastik. Pengambilan sampel dilakukan dengan dua pendekatan yang merepresentasikan variasi dalam metode sampling, yaitu metode aktif selama ±8 jam pada periode aktivitas sekolah dan metode pasif selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat di ruang guru dengan rata-rata kelimpahan 1,42 ± 0,70 partikel/m³ pada metode aktif dan sebesar 0,48 ± 0,19 partikel/mL pada metode pasif. Mikroplastik didominasi oleh jenis fiber berkisar antara (60 – 85%), warna dominan biru, serta ukuran mikroplastik yang didominasi < 1> 1,2), menunjukkan distribusi mikroplastik di lingkungan indoor lebih dipengaruhi oleh sumber internal dibandingkan kontribusi dari lingkungan outdoor.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230302
Keyword
Mikroplastik Udara Indoor&Outdoor Active Sampler Passive Sampler