(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Perancangan Geo-Agrowisata dengan Pendekatan Arsitektur Naratif di Danau Toba


Kawasan Danau Toba, yang terbentuk dari letusan supervulkanik purba, memiliki kekayaan geologi unik dan tanah vulkanik yang subur bagi komoditas pertanian lokal seperti andaliman dan mangga. Statusnya sebagai UNESCO Global Geopark menuntut adanya tata kelola kawasan yang mengedepankan prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Namun, pariwisata di Danau Toba saat ini masih didominasi oleh aktivitas rekreasi pasif yang cenderung seragam, minim opsi kunjungan, serta belum optimal dalam mengangkat narasi lokal, sejarah geologi, maupun potensi agrikulturnya. Kondisi tersebut berisiko menurunkan angka kunjungan wisatawan dan mengancam eksistensi status geopark global jika tidak segera dikembangkan tema wisata yang otentik dan berdiferensiasi. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah kawasan Geo-Agrowisata di Danau Toba yang mengintegrasikan fungsi edukasi geologi, agrikultur, dan rekreasi secara harmonis dalam satu kawasan. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, serta analisis tapak dan program ruang. Perancangan ini menerapkan metode Arsitektur Naratif untuk menerjemahkan sejarah letusan Gunung Toba dan budaya agrikultur lokal ke dalam sekuens spasial yang imersif. Melalui pengaturan jalur pergerakan (path), permainan atmosfer ruang (regional tone), manifestasi material lokal seperti bambu plester tanah (interface), serta penciptaan titik klimaks cerita (node function), pengunjung diposisikan sebagai "aktor" aktif yang mengalami dan membaca cerita sejarah tersebut secara langsung di dalam ruang. Hasil perancangan menghasilkan sebuah masterplan Geo-Agrowisata yang adaptif terhadap ekosistem tapak dengan zonasi ruang yang jelas. Kompleks perancangan mencakup berbagai massa bangunan pendukung seperti Galeri Geologi Toba (sebagai pusat edukasi), Kafe, Paviliun Terbuka, Amfiteater, area pertanian/pemanenan, hingga fasilitas penunjang rekreasi seperti area berkemah dan pemancingan. Seluruh gubahan massa dan pemilihan material—seperti struktur bambu, atap ijuk, dan dinding tanah—dirancang selaras dengan prinsip-prinsip pelestarian alam dan respons iklim lokal. Melalui rancangan Geo-Agrowisata ini, diharapkan wisatawan mendapatkan pengalaman wisata yang edukatif, interaktif, dan berdampak positif bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal di kawasan Danau Toba.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230287

Keyword
Arsitektur Naratif Danau Toba Geo-Agrowisata Sekuens Spasial UNESCO Global Geopark