Potensi Penerapan Produksi Bersih pada UMKM Tahu Suvista di Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan
Industri tahu merupakan salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam perekonomian masyarakat di Indonesia. Dari proses pengolahan tahu yang masih menggunakan teknologi tradisional menyebabkan tingginya konsumsi air, energi, serta menghasilkan limbah cair dan padat yang belum dikelola secara optimal yang berdampak terhadap lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penerapan produksi bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aliran material, identifikasi hospot dan menentukan alternatif produksi bersih untuk diterapkan lebih lanjut di UMKM Tahu Suvista. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, serta studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan metode Material Flow Analysis (MFA) untuk mengetahui aliran material dan efisiensi penggunaan sumber daya. Hasil MFA digunakan untuk mengidentifikasi hotspot dan fishbone dengan pendekatan 5M+1E dan menentukan opsi alternatif berdasarkan Morphological Chart. Selanjutnya, alternatif strategi produksi bersih dirumuskan dan dievaluasi menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) berdasarkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi tahu menghasilkan losses terbesar pada proses pencucian sebesar 210,8 kg, perendaman sebesar 182,273 kg, perebusan sebesar 144 kg, pencetakan sebesar 89,3 kg, dan penyaringan sebesar 46,3 kg. Limbah yang dihasilkan berupa limbah cair, limbah padat, serta uap panas yang masih terbuang langsung ke lingkungan tanpa pengolahan. Berdasarkan hasil identifikasi hotspot dan analisis fishbone, diperoleh empat alternatif produksi bersih yaitu penerapan SOP pekerja pada lokasi produksi, pengolahan limbah cair tahu menjadi produk nata de soya, pembuatan tempat penyimpanan kayu bakar, dan pembuatan wadah penutup pada perebusan. Alternatif produksi bersih prioritas utama yang paling layak untuk dikembangkan adalah pembuatan wadah penutup pada perebusan dengan total nilai MPE alternatif sebesar 6739.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230184
Keyword
Tahu Produksi Bersih UMKM Material Flow Analysis Fishbone Morphological Chart Metode Perbandingan Eksponensial