Perencanaan Trase dan Pola Operasi Kereta Api Perkotaan Rute Terminal Giwangan – Candi Prambanan menggunakan Metode Analytical Hierarcy Process (AHP)
Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya mobilitas di Kota Yogyakarta memerlukan solusi transportasi massal yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merencanakan pengembangan kereta api perkotaan di Kota Yogyakarta melalui analisis potensi permintaan, pemilihan rute, perencanaan pola operasi, dan kebutuhan sarana. Perencanaan ini bermanfaat sebagai dasar pertimbangan dalam menyediakan moda transportasi massal berbasis rel yang andal demi mengurai kemacetan kota. Lingkup penelitian ini berfokus pada koridor Terminal Giwangan hingga Candi Prambanan dengan batasan wilayah studi pada tahun rencana operasi 2030. Metodologi yang digunakan meliputi survei kuesioner kesediaan beralih moda (stated preference). Pengolahan data dianalisis secara perbandingan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan rute alternatif terbaik berdasarkan aspek wilayah, teknis, dan integrasi. Hasil penelitian menunjukkan estimasi potensi permintaan mencapai 306.282 penumpang pada tahun 2030, di mana Trase 1 terpilih sebagai jalur terbaik dengan nilai pembobotan tertinggi sebesar 35,92. Jalur sepanjang 26,3 km ini direncanakan beroperasi menggunakan armada tipe LRT berkecepatan 75 km/jam dengan headway 6 menit pada jam sibuk dan waktu siklus 76 menit. Kesimpulannya, untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, dibutuhkan pemenuhan total sarana sebanyak 13 trainset yang terdiri atas 12 rangkaian operasional dan 1 rangkaian cadangan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230159
Keyword
Kereta Api Perkotaan Analytical Hierarchy Process Potensi Permintaan Pola Operasi Kebutuhan Sarana