Uji Aktivitas Antioksidan Tiga Klon Limbah Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) asal Desa Sribhawono menggunakan Metode Penangkapan Radikal 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH)
Gaya hidup tidak sehat, pola makan buruk dapat meningkatkan produksi radikal bebas di dalam tubuh, yang berpotensi memicu kerusakan sel, penuaan dini, kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Limbah kulit buah kakao dari klon MCC-1, MCC-02 dan BB01 asal Desa Sribhawono belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal kulit buah kakao kaya akan polifenol yang beraktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung pada kulit buah kakao, mengklasifikasikan potensi antioksidan berdasarkan nilai IC50, serta menentukan klon dengan aktivitas antiosidan terkuat melalui metode penangkapan radikal 2,2diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Simplisia yang dikeringkan pada suhu 50°C, diekstraksi menggunakan UAE (Ultrasound assisted extraction) suhu 45°C selama 15 menit, kemudian dilakuan skrining fitokimia secara kualitatif dan pengujian ativitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang maksimal 516 nm. Rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 11,76 persen (MCC-01), 12,05 persen (MCC-02), dan 11,18 persen (BB01). Hasil skrining fitokimia 3 klon kulit buah kakao mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, fenol, saponin, dan triterpenoid. Nilai IC50 antioksidan kulit buah kakao dari yang terkuat yaitu 146,865 µg/mL (MCC-02); 155,094 µg/mL (BB01) dan 187,140 µg/mL (MCC-01) dengan kategori antioksidan sedang pada MCC02 dan kategori lemah pada MCC01 & BB01. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah kakao berpotensi sebagai antioksidan dan klon MCC02 merupakan klon dengan antioksidan terkuat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230158
Keyword
Radikal Bebas DPPH Aktivitas antioksidan Theobroma cacao L Klon tanaman kakao metabolit sekunder