TRANSFORMASI PASAR WISATA BAMBU KUNING SQUARE MENJADI TRANSPORT HUB DI KAWASAN TRANSPORTASI TANJUNG KARANG
Perkembangan mobilitas di Kota Bandar Lampung menuntut fasilitas
transportasi yang terintegrasi, sementara Pasar Wisata Bambu Kuning
Square mengalami penurunan fungsi dan belum dimanfaatkan secara
optimal. Perancangan ini bertujuan mentransformasikan fungsi
bangunan eksisting menjadi transport hub melalui pendekatan adaptive
reuse. Manfaat perancangan ini adalah menghadirkan simpul
transportasi yang efisien sekaligus ruang publik yang aktif dan
berkelanjutan. Lingkup perancangan difokuskan pada pengolahan
fungsi, sirkulasi, dan integrasi antar moda dalam satu kawasan, dengan
batasan pada aspek arsitektural tanpa pembahasan rinci struktur dan
utilitas. Metodologi meliputi studi literatur, analisis preseden, dan
pendekatan kontekstual terhadap tapak serta pengguna. Interpretasi data
dilakukan melalui analisis kebutuhan ruang, pola aktivitas, dan potensi
bangunan eksisting sebagai dasar pengembangan desain. Hasil
menunjukkan bahwa konsep re:move (regeneration dan movement)
melalui adaptive reuse mampu menghidupkan kembali bangunan
menjadi transport hub yang terintegrasi, dinamis, dan responsif
terhadap mobilitas pengguna.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230068
Keyword
Transport hub Adaptive reuse Transformasi fungsi Regenerasi Mobilitas