Penerapan Arsitektur Sosiokultural pada Perancangan Foodcourt di Jalan Kartini Bandar Lampung
Penerapan Arsitektur Sosiokultural pada Perancangan Foodcourt sebagai Ruang Komunal di Jalan Kartini Bandar Lampung bertujuan untuk merespon minimnya ruang publik layak bagi remaja dan pedagang UMKM kuliner. Tingginya aktivitas menongkrong sembarang di trotoar koridor Jalan Kartini selama ini memicu kemacetan akibat parkir liar dan menurunkan kualitas ruang pedestrian, oleh karena itu perlu ada metode perancangan yang digunakan berbasis arsitektur perilaku (behavioral architecture) melalui pendekatan sosiokultural untuk mentransformasikan kebiasaan menongkrong anak muda ke dalam wadah arsitektural yang teratur. Hasil perancangan menghasilkan bangunan foodcourt tiga lantai yang mengintegrasikan area parkir kendaraan pada lantai dasar guna mereduksi kemacetan kawasan, lantai dua dan tiga dioptimalkan sebagai ruang publik semi-outdoor yang fleksibel dengan menghadirkan tempat duduk yang santai seperti bean bag dan meja komunal guna mendukung aktivitas komunal remaja seperti gaming (mabar) dan berdiskusi. Desain gubahan massa menerapkan ventilasi silang berbasis void besar serta instalasi pencahayaan tematik sebagai daya tarik visual komersial yang estetik. Pendekatan ini berhasil menciptakan sebuah wadah arsitektur sosiokultural yang meningkatkan nilai ekonomi UMKM lokal sekaligus menyediakan ruang ketiga (third space) yang interaktif bagi komunitas kaum muda di Bandar Lampung.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230056
Keyword
Arsitektur Perilaku, Ruang Komunal, Ventilasi Sila