Estimasi Emisi Udara Hasil Pembakaran Sampah Terbuka Berdasarkan Klasifikasi Wilayah Sistem Pusat Pelayanan (Studi Kasus: Kota Bandar Lampung)
Pembakaran sampah terbuka merupakan salah satu sumber pencemaran udara yang masih banyak ditemukan di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tumpukan, timbulan, komposisi sampah, mengestimasi emisi serta membandingkan emisi berdasarkan klasifikasi wilayah sistem pusat pelayanan. Penelitian dilakukan di 12 kelurahan menggunakan metode transek sepanjang 10 km per kelurahan. Analisis beban emisi mengacu pada panduan inventarisasi emisi ABC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 312 titik tumpukan sampah dengan rentang timbulan antara 0,040 hingga 2.849,803 kg. Timbulan didominasi oleh jenis tumpukan dan abu, dengan sampah organik sebagai komposisi yang paling sering ditemukan. Kelurahan Sukabumi menghasilkan emisi tertinggi, yaitu PM₂,₅ sebesar 29,08 ton/tahun, CO sebesar 124,61 ton/tahun, dan NOₓ sebesar 8,90 ton/tahun, sedangkan emisi terendah ditemukan di Kelurahan Pasir Gintung. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan beban emisi antar klasifikasi wilayah dengan wilayah pusat pelayanan lingkungan menghasilkan beban emisi paling tinggi dibandingkan sistem pusat pelayanan lainnya.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230052
Keyword
Pembakaran Sampah Terbuka PM₂,₅ CO NOₓ