STUDI AKTIVITAS SEDIAAN GEL MINYAK MALAPARI (Pongamia pinnata) DAN PROPOLIS (Trigona apicalis) TERHADAP MODEL DERMATITIS ATOPIK PADA HEWAN UJI
Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit kronis non-infeksius yang dialami oleh sekitar 15 persen anak di dunia dan ditandai dengan pruritus serta lesi eritematosa. Minyak malapari dan propolis diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti asam lemak, flavonoid, dan senyawa fenolik yang berpotensi memberikan efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas minyak malapari, ekstrak propolis, dan kombinasinya terhadap kondisi dermatitis atopik. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan tikus Wistar (in vivo) yang diinduksi 2,4-dinitrofluorobenzene (DNFB) 0,5 persen dengan tujuh kelompok perlakuan, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol basis, kontrol positif hidrokortison, minyak malapari, ekstrak propolis, dan kombinasi keduanya. Parameter yang diamati meliputi scratching behavior, nilai SCORAD, dan persen penebalan telinga. Data dianalisis menggunakan uji two-way repeated measures ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi DNFB meningkatkan scratching behavior secara signifikan (p<0,05), menandakan terbentuknya model dermatitis atopik. Perlakuan, waktu, dan interaksi keduanya memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan nilai SCORAD dan persen penebalan telinga (p<0,05). Uji post hoc menunjukkan bahwa kelompok minyak malapari, ekstrak propolis, dan kombinasinya mampu memperbaiki kondisi dermatitis atopik secara signifikan dibandingkan kontrol negatif, namun tidak berbeda signifikan dibandingkan kontrol positif. Dengan demikian, ekstrak propolis, minyak malapari, dan kombinasinya memiliki aktivitas dalam memperbaiki kondisi dermatitis atopik.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230048
Keyword
dermatitis atopik minyak malapari propolis DNFB SCORAD