PEMETAAN LAHAN TERBANGUN UNTUK MENDETEKSI ALIH FUNGSI LAHAN DENGAN METODE EMERGING HOTSPOT ANALYSIS PADA 5 KECAMATAN DARI INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA TAHUN 2015-2025
Perkembangan infrastruktur di sekitar Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan lahan untuk permukiman dan fasilitas pendukung sehingga memicu alih fungsi lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan memetakan perubahan lahan terbangun serta menganalisis pola spasial-temporal pada 5 kecamatan di sekitar ITERA pada tahun 2015-2025, yaitu Kecamatan Jati Agung, Tanjung Bintang, Sukabumi, Sukarame, dan Tanjung Senang. Penelitian ini menggunakan citra Landsat 8 dan Landsat 9 yang diolah melalui Google Earth Engine. Pada identifikasi lahan terbangun dilakukan dengan menggunakan kombinasi Normalized Defference Built-up Indeks (NDBI) dan Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) untuk membedakan lahan terbangun dan non-terbangun yang menunjukkan luasan lahan terbangun meningkat dari 934 ha pada tahun 2015 menjadi 2,452 ha pada tahun 2025. Dari hasil Uji akurasi dengan menggunakan dan Confusion Matrix didapatkan Overall Accuracy sekitar 88%. Adapun dari analisis spasial-temporal yang dilakukan dengan menggunakan Space Time Cube (STC) dan Emerging Hotspot Analysis (EHA) mengidentifikasikan pertumbuhan yang paling signifikan terjadi pada Kecamatan Sukarame dan Tanjung Senang, serta pola EHA didominasi oleh kategori No Pattern Detectd, namun ditemukan kategori lainnya seperti Consecutive Hot Spot dan Intensifying Hot Spot yang menunjukkan adanya peningkatan secara konsisten pada beberapa wilayah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230044
Keyword
Lahan terbangun NDBI Space Time Cube Emerging Hotspot Analysis Alih fungsi lahan