Geologi dan Analisis Kerentanan Gerakan Tanah Longsor Menggunakan Metode Indeks Storie Daerah Batupatah dan Sekitarnya, Kabupaten Tanggamus, Lampung
Daerah Batupatah dan sekitarnya, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, merupakan wilayah perbukitan vulkanik yang berpotensi mengalami gerakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi serta menganalisis tingkat kerentanan gerakan tanah menggunakan metode Indeks Storie. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi, analisis laboratorium, serta analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan parameter litologi, kemiringan lereng, jenis tanah, tata guna lahan, dan curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Memanjang Struktural, Satuan Dataran Bergelombang Struktural, dan Satuan Dataran Banjir Denudasional Batupatah. Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas Satuan Tuf Kristal, Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Andesit, dan Satuan Tuf Gelas. Struktur geologi yang berkembang berupa sesar normal mengiri berarah Barat Daya–Timur Laut. Hasil analisis kerentanan gerakan tanah menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh kelas kerentanan sedang seluas 4,83 km² (53,35%), diikuti kelas tinggi seluas 3,17 km² (34,99%), kelas rendah seluas 0,71 km² (7,84%), dan kelas sangat tinggi seluas 0,34 km² (3,82%). Tingkat kerentanan dipengaruhi oleh dominasi batuan vulkanik yang mudah lapuk, jenis tanah Alfisol, penggunaan lahan pertanian lahan kering, curah hujan tinggi, serta kemiringan lereng yang relatif curam. Validasi menggunakan lima titik longsor aktual menunjukkan seluruh kejadian berada pada zona kerentanan tinggi hingga sangat tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Indeks Storie cukup baik dalam merepresentasikan kondisi kerentanan gerakan tanah di daerah penelitian.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606230026
Keyword
Geologi Gerakan Tanah Indeks Storie Kerentanan