KAJIAN KETANGGUHAN PELABUHAN PANJANG SEBAGAI INFRASTRUKTUR VITAL PESISIR TERHADAP BAHAYA TSUNAMI BERBASIS PENGURANGAN RISIKO BENCANA
Secara global, kawasan pesisir menghadapi peningkatan risiko tsunami yang menuntut penguatan ketangguhan infrastruktur vital sebagai bagian dari Pengurangan Risiko Bencana (PRB), karena kegagalan infrastruktur strategis seperti pelabuhan dapat menganggu sistem logistik dan menimbulkan kerugian ekonomi. Di Indonesia, kondisi geografis pada pertemuan tiga lempeng aktif menyebabkan tingginya bahaya tsunami, sebagaimana tercermin dari berbagai kejadian historis, termasuk di Selat Sunda.
Pada Tingkat Lokal , Kota Bandar Lampung memiliki Pelabuhan Panjang sebagai simpul logistik utama, namun pengembangan kawasan pesisir belum sepenuhnya mengintegrasikan aspek PRB dalam perencanaan tata ruang. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara tingkat risiko dan kesiapan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat ketangguhan Pelabuhan Panjang terhadap bahaya tsunami berbasis PRB serta merekomendasikan mitigasi yang sesuai.
Metode yang digunakan meliputi analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi bahaya tsunami dan metode AHP untuk menilai ketangguhan berdasarkan dimensi fisik, operasional dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelabuhan Panjang memiliki tingkat ketangguhan sanggat tinggi dengan indeks 0.827 meskipun masih diperlukan pengoptimalan pada indikator aksesibilitas dan adaptasi kebijakan mitigasi. Oleh karena itu, diperlukan rekomendasi penguatan berbasis PRB guna meningkatkan ketangguhan pelabuhan secara berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220247
Keyword
ketangguhan pelabuhan tsunami infrastruktur vital pengurangan risiko bencana AHP