PERFORMA BIOCHAR KULIT BIJI BUNGA MATAHARI SEBAGAI ADSORBEN DALAM MEREMEDIASI AIR ASAM TAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERMEABLE REACTIVE BARRIER
Penelitian ini mengevaluasi kinerja biochar kulit biji bunga matahari
dan biochar teraktivasi NaOH dalam sistem Permeable Reactive
Barrier (PRB) aliran kontinu untuk mengolah air asam tambang (AAT).
Biochar mampu menurunkan Fe sebesar 88 persen dan Mn sebesar 99,4 persen
pada jam ke-1, serta menaikkan pH dari 3,46 menjadi 5,2-6,0.
Sebaliknya, biochar aktivasi hanya mencapai efisiensi Fe 8,5 persen dan pH
4.5. Uji BET menunjukkan biochar aktivasi memiliki luas permukaan
100 kali lebih besar (820,30 m²/g) dibanding biochar (8,30 m²/g),
namun diameter pori biochar aktivasi lebih sempit (10,61 Å vs 17,63
Å). XRF membuktikan biochar mengadsorpsi Fe 2.191 ppm dan Mn
3.031 ppm, sementara biochar aktivasi hanya 507 ppm dan 737 ppm.
Analisis XRD menunjukkan puncak kalsit pada 2θ = 28,3° hilang
setelah adsorpsi pada biochar, mengonfirmasi perannya dalam
netralisasi asam, sementara biochar aktivasi memiliki struktur amorf.
Hasil SEM menunjukkan biochar aktivasi memiliki morfologi lebih
berpori seperti sarang lebah (honeycomb) dan lebih bersih dibanding
biochar, namun pori mikro yang terbentuk menyebabkan hambatan
difusi. Pemodelan kinetika menunjukkan model Thomas dan Yoon
Nelson fit untuk biochar (R²=0,9903; τ=8,17 jam), sedangkan biochar
aktivasi hanya fit dengan Adams-Bohart (R²=0,8886). Penelitian ini
menyimpulkan bahwa biochar lebih efektif untuk aplikasi PRB jangka
pendek, sementara aktivasi NaOH justru menurunkan kinerja adsorpsi
akibat penyempitan pori dan hilangnya mineral aktif kalsit.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220210
Keyword
Biochar Air Asam Tambang PRB Adsorpsi Desorpsi