(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Respon Struktur Perkerasan Jalan Dan Tanah Dasar Eksisting Terhadap Beban Dinamis Menggunakan Metode Finite Element Method (Fem) (Studi Kasus: Jalan Tol Palembang – Betung Sta 65+450 – 65+700)


View/Open

Author
Bagus, Khuluqie

Date Published
22 Jun 2026

Advisor
Michael, S.T., M.Sc.,
Julita Hayati, S.T., M.T.,

Subject
Teknik Sipil

Publisher


Kerusakan pada jalan bisa diakibatkan karena beban statis dari struktur perkerasan jalan dan beban dinamis dari kendaraan yang lewat. Penelitian ini menganalisis respons struktur perkerasan dan tanah dasar eksisting di Jalan Tol Palembang–Betung STA 65+540 hingga STA 65+470 terhadap beban dinamis menggunakan Finite Element Method (FEM) melalui pemodelan tiga dimensi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa distribusi tegangan pada tanah dasar eksisting paling besar dipengaruhi oleh beban timbunan. Tegangan awal yang awalnya 0 kN/m² mengalami kenaikan yang besar berarti sebesar 176.1 kN/m² akibat beban timbunan, sedangkan kontribusi beban perkerasan dan kendaraan relatif kecil, masing-masing hanya sebesar 4.4 kN/m² dan 0.1 kN/m². Besarnya pengaruh beban timbunan ini menyebabkan penurunan tanah dasar di STA 65+700 sebesar 7.27 mm, dengan nilai terbesar yakni 7.05 mm yang berasal dari beban statis timbunan dan struktur perkerasan, sementara beban dinamis kendaraan hanya menyumbang 0.22 mm. Dari sisi respons tegangan pada lapisan perkerasan, nilai tegangan tertinggi terjadi pada lapisan beton yang bersentuhan langsung dengan beban, lalu berangsur-angsur berkurang seiring pendistribusiannya ke lapisan LC dan mencapai nilai terendah pada lapisan LFA, selaras dengan mekanisme penyebaran beban pada sistem perkerasan berlapis. Tegangan aktual yang terjadi pada seluruh lapisan (σ’xx, σ’yy, dan σ’zz) masih berada di bawah batas tegangan izin, sehingga perkerasan tidak mengalami deformasi yang dipicu langsung oleh tegangan kendaraan. Deformasi vertikal (Uz), melintang (Ux), dan memanjang (Uy) pada seluruh lapisan perkerasan secara konsisten terkonsentrasi pada segmen dengan ketinggian timbunan terbesar untuk Uz, kemiringan memanjang tertajajam untuk Uy, dan kemiringan melintang untuk Ux. Hal ini membuktikan bahwa deformasi perkerasan merupakan akibat dari penurunan tanah dasar eksisting di bawahnya, bukan disebabkan oleh fluktuasi tegangan beban dinamis kendaraan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220185

Keyword
FEM Beban Dinamis Penurunan Tanah Deformasi Tegangan