Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Empiris Terhadap Luaran Klinis Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) di Instalasi Rawat Inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu kondisi ketika saluran kemih terinfeksi oleh mikroorganisme patogen, baik itu sebagai infeksi komunitas maupun infeksi yang didapat di rumah sakit. Penggunaan antibiotik yang rasional dapat memberikan keberhasilan terapi, mencegah terjadinya resistensi, dan meningkatkan luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik empiris, gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik empiris, dan mengevaluasi hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik empiris terhadap luaran klinis pasien ISK di Instalasi Rawat Inap RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro pada periode Januari-Desember 2024. Penelitian bersifat non-eksperimental analitik dengan desain cross-sectional, menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada rekam medis, diperoleh sebanyak 58 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian rasionalitas penggunaan antibiotik empiris dilakukan menggunakan metode Gyssens dan luaran klinis pasien dilihat dari suhu tubuh, tanda dan gejala klinis, serta penilaian dokter. Antibiotik terbanyak yang digunakan pasien ISK adalah seftriakson sebanyak 31 peresepan (53,4%), siprofloksasin sebanyak 6 peresepan (10,3%), levofloksasin sebanyak 6 peresepan (10,3%). Hasil evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik empiris dengan menggunakan metode Gyssens menunjukkan bahwa terdapat 35 (60,3%) peresepan antibiotik rasional dan 23 (39,7%) peresepan antibiotik tidak rasional.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220167
Keyword
Infeksi Saluran Kemih (ISK) Antibiotik Empiris Rasionalitas Metode Gyssens Luaran Klinis