Analisis Respons Perkerasan Jalan dan Tanah Dasar Eksisting Terhadap Beban Dinamis Menggunakan FInite Element Method (Studi Kasus: Jalan Tol Palembang - Betung STA 55+400 - 55+650)
Peningkatan beban kendaraan berat pada Jalan Tol Palembang–Betung berpotensi memicu fenomena pumping dan void pada tanah dasar. Mengingat analisis konvensional umumnya bersifat statis, penelitian ini menerapkan pembebanan dinamis untuk mensimulasikan respons perkerasan secara lebih realistis. Penelitian ini menganalisis respons perkerasan kaku dan tanah dasar pada ruas STA 55+400–55+650 terhadap beban dinamis menggunakan Finite Element Method (FEM) melalui pemodelan tiga dimensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi tegangan pada permukaan tanah dasar eksisting didominasi oleh beban timbunan, di mana tegangan pada kondisi initial sebesar 38,9 kN/m² meningkat signifikan sebesar 5,79 kN/m² akibat beban timbunan, sementara beban dinamis hanya menambah tegangan 0,23 kN/m². Dominasi beban timbunan ini mengakibatkan penurunan tanah dasar di STA 55+475 mencapai 2,199 mm, dengan 2,057 mm berasal dari beban mati timbunan, dan hanya 0,142 mm yang murni diakibatkan oleh beban dinamis kendaraan. Respons tegangan pada lapisan perkerasan menunjukkan bahwa tegangan terbesar terjadi pada lapisan beton, kemudian tereduksi bertahap pada lapisan lean concrete hingga terkecil pada lapisan fondasi agregat kelas A, sesuai prinsip penyebaran beban berlapis. Lendutan vertikal arah z terbesar terjadi pada kondisi kendaraan berpapasan yang menghasilkan zona tegangan saling bertumpuk sehingga area pengaruh pembebanan menjadi lebih luas, sedangkan lendutan arah horizontal x dan y lebih dipengaruhi oleh kontur dan kemiringan geometri timbunan serta tanah dasar di bawahnya, di mana tegangan pada kedua arah tersebut meningkat seiring bertambahnya lendutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220158
Keyword
Finite Element Method Perkerasan Kaku Beban Dinamis Tanah Dasar