Strategi Mitigasi Tsunami Berdasarkan Kerentanan Fisik dan Sosial Di Desa Kunjir, Lampung Selatan
Desa Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan berada dalam zona paparan tsunami Gunung Anak Krakatau. Sebagai desa pesisir yang langsung menghadap Selat Sunda, Desa Kunjir memiliki tingkat paparan tinggi terhadap ancaman tsunami yang menuntut strategi mitigasi berbasis kerentanan yang terukur. Penelitian ini menganalisis kerentanan sosial dan fisik serta merumuskan strategi mitigasi tsunami kawasan tersebut menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan strategi sequential explanatory, di mana pengumpulan dan analisis data kuantitatif dilakukan terlebih dahulu untuk mengukur indeks kerentanan melalui pembobotan multikriteria, dilanjutkan dengan metode kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan kajian dokumen untuk mengontekstualisasikan temuan dan merumuskan strategi mitigasi
Hasil analisis menunjukkan Indeks Kerentanan Sosial (IKS) sebesar 1,0 berkelas tinggi dan Indeks Kerentanan Fisik (IKF) sebesar 2,0 berkelas sedang berdasarkan hasil pembobotan multikriteria dan diklasifikasikan menggunakan metode equal interval ke dalam tiga kelas: rendah (1,00-1,67), sedang (1,68-2,34), dan tinggi (2,35-3,00). Parameter kritis berkelas tinggi pada dimensi sosial meliputi kepadatan penduduk 6.592 jiwa/km² dan rasio jenis kelamin 47,4%, sementara pada dimensi kerentanan fisik, terdapat parameter berkelas sedang yaitu kepadatan penduduk dengan nilai 19,6 Unit/Ha, dan terdapat fasilitas umum sebanyak 15 unit yang berkelas tinggi. Kelemahan utama dari mitigasi eksisting yang ada di Desa Kunjir yaitu tidak adanya Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang ditetapkan secara formal, serta belum optimalnya cakupan system mitigasi terhadap seluruh penduduk dan pengguna kawasan pesisir.
Berdasarkan hasil tersebut dirumuskan sepuluh strategi mitigasi yang terdiri dari lima struktural (penetapan TES/TEA, penguatan jalur evakuasi, sabuk hijau, penertiban zona sempadan, penguatan rambu peringatan) dan lima non-struktural (perluasan rencana kontingensi, penguatan sistem peringatan dini, sosialisasi kebencanaan, simulasi evakuasi, kesiapan kelompok rentan) yang diorganisasikan dalam prioritas implementasi jangka pendek, menengah, dan panjang.
Kata kunci: mitigasi tsunami, kerentanan sosial, kerentanan fisik, desa pesisir, Pantai Kunjir, Lampung Selatan
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220139
Keyword
mitigasi tsunami kerentanan sosial kerentanan fisik desa pesisir strategi mitigasi Lampung Selatan