“STUDI AWAL PEMETAAN ZONA RISIKO LAND SUBSIDENCE DENGAN METODE SCORING DI LAMPUNG SELATAN”
Fenomena land subsidence atau penurunan muka tanah merupakan
salah satu permasalahan lingkungan yang dapat menimbulkan
kerusakan infrastruktur, gangguan tata ruang, serta menurunkan
kualitas lingkungan. Kabupaten Lampung Selatan memiliki
karakteristik geologi, penggunaan lahan, dan aktivitas pemanfaatan air
tanah yang berpotensi memicu terjadinya land subsidence. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter yang berkontribusi
terhadap risiko land subsidence serta menyusun pemetaan awal zona
risiko land subsidence di Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang
digunakan adalah metode scoring berbasis Sistem Informasi Geografis
(SIG) dengan pendekatan pengkajian risiko bencana melalui komponen
bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (capacity)
dengan pendekatan R = H x V / C Parameter bahaya yang digunakan
meliputi penggunaan air tanah, kondisi geologi, dan penggunaan lahan,
sedangkan kapasitas mengacu pada peta kapasitas daerah dari
BNPB/InaRISK. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat bahaya
land subsidence di Kabupaten Lampung Selatan didominasi oleh kelas
rendah hingga sedang, sedangkan kelas tinggi terdapat pada wilayah
dengan penggunaan air tanah yang tinggi, jenis tanah lunak dan mudah
terkompaksi, serta penggunaan lahan intensif seperti permukiman,
pertambangan, sawah, dan tambak. Penelitian ini menunjukkan bahwa
metode scoring berbasis SIG mampu memberikan gambaran awal zona
risiko land subsidence sebagai dasar mitigasi dan perencanaan
pembangunan wilayah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606220130
Keyword
Land Subsidence SIG metode scoring risiko Lampung Selatan